jump to navigation

OUR SERVICES

Pelatihan Transformasi Konflik

PSPP diundang oleh SINODE GEREJA INJILI DI TANAH JAWA (GITJ) menjadi fasilitator dalam Training Trasformasi Konflik pada tanggal 27-29 Januari 2005 di Aula Rumah Sakit Kristen Tayu-Pati.
Hadir sebagai fasilitator Pdt. Paulus Sugeng Widjaja., MAPS., PhD, Pdt. Jozef MN Hehanussa., M.Th , Mahatmanta., MT dan Marinus Janson.

Pelatihan Trauma Healing

Berbagai organisasi lokal maupun internasional telah bergerak untuk mengupayakan perdamaian di negeri yang terkoyak-koyak oleh konflik ini. Konflik terbuka mulai teredam, situasi dapat dikendalikan, masyarakat mulai beraktifitas. Namun, apakah masyarakat yang telah mengalami peristiwa mengerikan itu telah pulih, apakah bara dalam sekam itu sungguh-sungguh padam? Apakah individu-individu dalam masyarakat tersebut sudah siap untuk berinteraksi seperti dahulu lagi, bebas dari kebencian dan rasa takut berlebihan.
Gerakan rekonsiliasi telah menyatukan kembali berbagai masyarakat di Indonesia. Namun, apakah telah menyatukan keperibadian sesorang yang telah tergores bahakan terpecah oleh luka yang mendalam?
Peristiwa traumatis jika tidak disembuhkan akan memberikan dampak yang mendalam, yang akan menjadi bayang yang selalu mengikuti orang yang mengalaminya. Bayang yang mengikuti tersebut akan merusak hubungan sosialnya, relasi dengan keluarga, rekan kerja bahkan dengan dirinya sendiri
Rekonsiliasi pihak yang berkonflik perlu disertai rekonsiliasi batin. Rekonsiliasi yang bersifat sangat personal, yang terjadi dalam batin individu. Rekonsiliasi batin ini dibutuhkan agar individu yang telah melalui perjalanan pahit, menjadi pribadi yang utuh dan sehat serta siap kembali ke keluarga dan masyarakatnya.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai dinamika dan dampak trauma, informasi menganai kebutuhan para korban dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh caregiver, memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar bagi penanganan korban trauma psikis, serta membuat jaringan kerjasama.
Pelatihan ini ditujukan kepada pekerja sosial dan relawan yang bekerja untuk masyarakat yang mengalami konflik maupun untuk individu yang peduli pada orang-orang yang mengalami trauma psikis.

Pelatihan Pemberdayaan Untuk Perdamaian dan Pengelolaan Konflik
(P3K) Bagi Perempuan

Sejak terjadinya konflik kekerasan di berbagai tempat di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, perempuan sering menjadi korban (dianiaya, diperkosa, dan dibunuh). Adanya kenyataan ini yang mendorong Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian (PSPP) UKDW untuk mendisain pelatihan perdamaian yang ditujukan khusus untuk kaum perempuan.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan PBB yang memberikan mandat untuk melibatkan perempuan dalam membangun perdamaian (United Nation’s Security Council Resolution 1325).
Disamping itu perempuan memiliki pengalaman yang berbeda dengan laki-laki di dalam kekerasan maupun perdamaian, sehingga perempuan harus didorong untuk memberikan kemampuan yang dimilikinya didalam proses perdamaian. Dan pada akhirnya, diharapkan bahwa perempuan dan laki-laki dapat menjadi patner dalam proses perdamaian.
Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah memberdayakan kaum perempuan untuk mewujudkan perdamaian melalui ketrampilan dalam pengenalan dan pengelolaan konflik, pengelolaan emosi dalam konflik, strategi intervensi, serta membangun jaringan kerjasama di antara kaum perempuan.
Pelatihan ini ditujukan bagi setiap perempuan yang ingin menolong dirinya sendiri maupun orang lain untuk terlibat dalam proses perdamaian (guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, ataupun pekerja LSM).Jumlah peserta maksimal 30 orang

Pelatihan Pemberdayaan Perdamaian untuk Anak

Sikap dan perilaku penyelesaian konflik melalui kekerasan dan memandang kelompok yang berbeda sebagai ancaman bagi kelompok sendiri merupakan satu fenomena yang menonjol dalam masyarakat kita pada dua dekade terakhir. Di samping itu, media massa dan hiburan audio visual (televisi, game komputer) juga telah mempertajam sisi kekerasan terhadap manusia terutama anak. Anak-anak yang belum mampu bersikap kritis terhadap fenomena itu akan tumbuh dewasa dalam suasana yang tidak mendukung lahirnya pribadi dewasa yang memiliki komiten nirkekerasan dalam penyelesaian konflik maupun toleransi yang tinggi terhadap keberadaan kelompok yang berbeda. Di sisi lain, belum banyak dikembangkan bentuk alternatif pendidikan yang mendorong sikap dan perilaku damai seperti menghargai perbedaan, kesabaran untuk mencapai kehendak pribadi atau tujuan kelompok sebaya melalui diskusi untuk saling memahami kebutuhan kelompok maupun kelompok sebaya yang berbeda dengan metode pendidikan yang memberdayakan anak.
Kenyataan tersebut di atas, mendorong Pusat Studi dan pengembangan Perdamaian UKDW untuk memberikan pengalaman kepada anak dalam menciptakan perdamaian dan mengelola konflik melalui pelatihan yang dirancang khusus untuk anak.
Pelatihan Pemberdayaan Perdamaian utnuk Anak merupakan Penciptaan Perdamaian sebagai pilihan intervensi yang ditujukan untuk memperkenalkan pengelolaan konflik sebagai bagian untuk menumbuhkembangkan sikap dan perlaku damai dalam keseharian mereka.

Pelatihan Pemberdayaan untuk Perdamaian dan Pengelolaan Konflik (P3K)

Konflik bernuansa kekerasan baik yang bersifat horizontal-vertikal, maupun diagonal, merupakan problematika yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Oleh karena itu, upaya pengembangan perdamaian menjadi isu yang penting dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami, mengelola, dan melakukan transformasi konflik. P3K ditujukan kepada pihak-pihak yang berminat untuk mendalami dan mengembangkan pengetahuan serta ketrampilan transformasi konflik, dengan harapan agar dapat dibagikan kepada masyarakat luas, baik untuk tujuan praktis maupun strategis.

Jika Anda tertarik, silakan hubungi kami

Playback Theater

Suatu langkah yang berharga dalam evolusi bentuk-bentuk teaterikal yang transformatif. Dalam bentuknya yang paling sederhana, ia mengandung cara-cara bagaimana aksi panggung diturunkan oleh para aktor yang memungkinkan kita untuk merefleksikan hal-hal esensial dari pengalaman-pengalaman personal dan kolektif kita. Refleksi ini (yang sering disebut juga dengan penyembuhan), mentransformasikan tingkah laku, memperlengkapi, kesimpulan, dan kedekatan emosional tentang masa lalu kita. Hal itu merupakan ilmu pengobatan alternatif yang sangat kuat dimana hal-hal yang remeh dari pengalaman sehari-hari biasa, diungkapkan dalam pandangan yang baru. Pengungkapan ini memungkinkan kita untuk melihat bahwa dalam salah satu kisah pribadi kita yang kecil ada tema-tema yang sama luasnya dan sama menetapnya seperti dalam dongeng-dongeng epik. Kontak PSPP untuk mendaftar

Pelayanan Konsultasi

Menyediakan konsultasi untuk konflik-konflik organisasi dan konflik pribadi, termasuk pelayanan hukum (pembelaan)

Pelatihan Pemberdayaan Fasilitator Daerah

Kerja sama dengan Universitas Islam Indonesia. Mediasi yang dilakukan oleh teman sebaya. Mengenal bahwa perdamaian dimulai dari rumah, PSPP bersama tim di UKDW menetapkan sebuah program mediasi di kampus UKDW untuk menciptakan program mediasi yang dilakukan oleh teman sebaya dikampus.

Police Training in Cooperative Conflict Resolution

In partnership with the Center for Peace and Security Studies of Gadjah Mada University and the Center for Human Rights of Cenderawasih University, PSPP is training police officers in Papua in cooperative conflict resolution, focusing on nonviolent techniques in crisis situations and for crowd control.

Tim Independen untuk Rekonsiliasi Ambon

TIRA adalah sebuah kelompok antar agama yang terdiri dari Islam dan Kristen ditujukan bagi alternatif keselamatan non-kekerasan bagi penduduk Ambon.
TIRA didukung oleh Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Negeri Gadjah Mada dan Universitas Islam Indonesia.